PDAM Balikpapan Dapat Dana Hibah dari APBN
BALIKPAPAN, Tahun 2017, PDAM Balikpapan kembali mendapatkan bantuan dana hibah untuk pemasangan sambungan air bersih ke masyarakat. Tetapi bantuan ini bukan lagi dari Australia dan Amerika seperti 6 tahun kebelakang, melainkan dari pemerintah pusat lewat APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).
Meskipun begitu, persyaratan bagi penerima hibah dari APBN ekstra ketat. Diantaranya, harus memastikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah terlayani.
"Lantas listrik harus 900 Watt dan rumah tak boleh bertingkat," jelas Direktur Umum PDAM Gazali Rachman kepada Poskota Kaltim.
Perihal skema penerimaan hibah ini akan diterima lewat penyertaan modal, setelah terlebih dahulu PDAM mengerjakan kegiatannya."Kita modalin dulu, pasang sampai selesai, baru kita laporan ke pemerintah pusat. Setelah diverifikasi selesai, baru bantuan keluar, istilahnya reimburse," ungkapnya.
Jumlah bantuan yang diterima tahun 2017 yakni sebanyak 800 sambungan rumah, lebih kecil dari tahun 2016 yang memperoleh hingga 1.000 sambungan rumah. Terdapat ciri khusus untuk memudahkan mengenali penerima bantuan hibah sambungan air PDAM, yakni meteran air berwarna kuning.
"Kalau biru itu bukan penerima bantuan, cirinya meteran berwarna kuning, sangat mudah dikenali," katanya.
PDAM Balikpapan diharuskan membuat jaringan pipa terlebih dahulu untuk menyukseskan program ini. "Sejak tahun 2011 bantuan ini sudah berjalan, diawali bantuan dari pemerintah Australia dan Amerika," lanjutnya. mid-poskotakaltimnews.com